November 3, 2013

jadi ekor


Yang hanya bisa ikut ke sana kemari. 
Yang selalu dilihat di belakang si empunya ekor. 
Kalau si empunya ekor tidak membalikkan badan, 
maka tidak usah berharap dilihat.

Yang kalau coba lepas dari si empunya ekor,
tidak akan dipandang kecuali dengan sebelah mata. 
Yang kalau punya ego pribadi harus dipendam,
takut jika tak sesuai kehendak si empunya. 

Tapi masih untung karena setidaknya diketahui keberadaannya (walau sebagai ekor). 
Daripada ekor yang sok mandiri mau lepas dari si empunya, 
tahu-tahu hanya bisa jadi makhluk penyedot udara 
tanpa diakui keberadaannya. 
Ya, tapi si ekor sok mandiri juga untung
karena setidaknya bisa ke sana kemari sesuka hati. 
Jadi, lebih baik jadi ekor yang setia atau ekor mandiri?
Pilihannya cuma dua untuk tiap-tiap
yang hidup biasa-biasa saja.

Karena jadi si empunya ekor itu susah juga. 
Mereka itu terpilih, makanya jumlahnya sedikit. 
Sedangkan ekor, banyaknya bukan main. 
Post a Comment