August 30, 2012

Lidah


Segala yang diucapnya, angin pun akan menyampaikan, kepada tanah, air, batu dan telinga-telinga manusia. Kalau sudah begitu gurauan bisa jadi perkara besar karena 'dia' yang senang  bohong tanpa sadar. Jangan heran dengan kelakuannya yang bengis, 'dia' memang diciptakan tidak bertulang agar bebas menari-nari dengan kata, bebas berkelit dan mengarang hanya untuk membuat riuh. Karena ‘dia’ manusia-manusia jadi serigala berbulu domba. Karena ‘dia’ barang satu kata besok bisa jadi satu kalimat. Kalau sial kawan bisa jadi musuh, yang salah jadi benar, yang benar jadi salah. Semesta hanya mampu geleng-geleng kepala, burung-burung elang pun tak kuasa menahan tawa menyaksikan peristiwa saling makan antara sesama manusia yang konon berakal dan berhati itu. Ini semua karena 'dia' yang tidak bertulang. Kalau begini baiknya diam saja, baiknya tutup telinga.
Post a Comment