August 9, 2011

because every single person have their own way to be happy

Alasan itu yang membuat Tuhan menciptakan aneka ragam benda, tempat, warna, bau. Tuhan membuat perbedaan yang signifikan antara makhluknya yang satu dengan yang lainnya. Bukan terjadi begitu saja tercipta kata 'selera', melainkan karena setiap anak Tuhan yang lahir melalui rahim seorang malaikat berwujud perempuan punya keunikannya sendiri, punya seleranya sendiri, dan berhak memilih jalannya. Tidak perlu interupsi apapun.

Sesimpel kalimat "bahagiaku bukan berarti bahagiamu". Dirimu milikmu dan hanya kamu yang tahu apa definisi bahagia versimu.

Untuk siapapun yang menyayangi, yang ingin melindungi, yang ingin membahagiakan, berhentilah menganggap bahwa orang yang kamu sayangi akan bahagia dengan jalan yang kamu pilih. Biarkan orang yang kamu sayangi memilih jalannya sendiri, kamu hanya perlu menunjukkan peta arah kanan dan kiri serta resiko dari setiap jalan yang tersedia. Biarkan orang yang kamu sayangi memilih resikonya sendiri, biarkan dia merasa bahwa dia adalah pengendali utama dirinya, bukan kamu. Karena seharusnya memang seperti itu.

Jangan biarkan kekhawatiranmu pada orang yang kamu sayangi membuatmu memaksanya untuk ikut pada jalan menuju bahagiamu bukan bahagianya.

Jangan biarkan ketakutanmu bahwa orang yang kamu sayangi akan tersesat bila berjalan sendiri membuatmu berhak membelokkan jalannya dan justru semakin membuatnya bimbang dengan arah.

Jangan biarkan rasa sayangmu yang berlebihan membuatmu merasa berhak menguntit setiap langkah kecil orang yang kamu sayangi sehingga dia merasa tidak punya ruang dan tertekan karenamu.

Bukan berarti karena kamu suka ikan bandeng, orang lain pun harus makan ikan bandeng, kamu tidak tahu bahwa menurut orang lain ayam goreng kecap jauh lebih enak daripada ikan bandeng.

Bukan berarti karena kamu bahagia dengan belanja, orang lain pun akan bahagia dengan cara yang sama. Kamu mungkin berfikir bahwa memancing di danau adalah pekerjaan yang paling membosankan di dunia, namun banyak orang yang menemukan bahagianya disitu, bukan di mall.

Bukan berarti karena kamu suka warna yang soft sehingga kamu berhak menyuruh adik/anak/pacarmu mengganti baju kuning menyala favorite-nya yang menurutmu norak ketika ia ingin keluar menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Bukan berarti karena menurutmu menjadi dokter adalah hal mutlak yang membuat orang bahagia, kamu menyuruh anak/keponakan/saudaramu untuk memilih kuliah fakultas kedokteran disaat anak/keponakan/saudaramu benar-benar tidak menyukai disiplin ilmu tersebut.

Bahagia datangnya dari dalam jiwa. Setiap orang tahu bagaimana caranya tanpa perlu diintervensi
Post a Comment